Beda Diagnosis Usus Buntu RS Indonesia Vs Penang, Kok Bisa? Ini Kata Dokter

Muhammad Sukardi
Ilustrasi pasien di rumah sakit. (Foto: Ilustrasi AI)

Karena itu, hasil pencitraan perlu dilihat bersama dengan kondisi klinis pasien dan faktor lainnya.

Kondisi Pasien Bisa Berubah Seiring Waktu

Selain kemampuan pemeriksa dan kondisi pasien, faktor waktu juga menjadi hal penting. Dokter Dicky menjelaskan kondisi klinis seseorang dapat berubah di antara dua pemeriksaan. Peradangan bisa mengalami perburukan, tetapi dalam kondisi tertentu juga dapat mereda secara spontan.

"Jadi, kondisi klinis bisa berubah antar pemeriksaan. Jadi radang bisa memburuk tapi juga bisa mereda spontan atau self-limiting appendicitis. Ini terkenal sekali dalam literatur," katanya.

Hal tersebut menjadi penting dalam kasus Fahira karena terdapat jeda waktu antara pemeriksaan yang dilakukan di Indonesia dan pemeriksaan lanjutan di Penang.

Menurut dr Dicky, perbedaan hasil pemeriksaan setelah adanya jeda waktu tidak serta-merta membuktikan bahwa salah satu pihak melakukan kesalahan.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
10 jam lalu

Geger! Fahira Almira Sebut Dokter Indonesia Tak Sarankan Tes Darah usai Didiagnosis Usus Buntu

11 jam lalu

Klarifikasi Fahira Almira soal Kasus Usus Buntu yang Kontroversial, Makin Blunder?

13 jam lalu

Panas! Fahira Almira Dapat Teguran Hukum Terbuka gegara Kasus Usus Buntu Viral

13 jam lalu

Pernyataan Lengkap Fahira Almira Didiagnosis Usus Buntu di 3 RS Indonesia, Hasil Malaysia Beda

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal