JAKARTA, iNews.id - Perbedaan diagnosis usus buntu yang dialami influencer Fahira Almira antara sejumlah rumah sakit di Indonesia dan rumah sakit di Penang, Malaysia, tengah menjadi sorotan. Namun, menurut Praktisi Kesehatan Masyarakat dr Dicky Budiman, perbedaan penilaian medis antar rumah sakit bukan sesuatu yang otomatis menunjukkan salah satu pihak keliru.
Fahira Almira sebelumnya mengaku mendapat diagnosis usus buntu dari tiga rumah sakit di Indonesia dan disarankan menjalani operasi. Dia kemudian mencari 'second opinion' ke Penang, Malaysia, dan menjalani pemeriksaan lanjutan, termasuk CT scan.
Menurut cerita Fahira, hasil pemeriksaan di Penang berbeda dan dokter menyatakan dirinya tidak perlu menjalani operasi usus buntu.
Dokter Dicky Budiman menjelaskan bahwa perbedaan hasil diagnosis dapat terjadi karena sejumlah faktor. Hal tersebut tidak eksklusif terjadi di Indonesia, tetapi dapat terjadi di berbagai fasilitas kesehatan.
"Kenapa bisa terjadi perbedaan diagnosis antar rumah sakit? Ini bukan fenomena aneh, ya, atau eksklusif di Indonesia atau di ASEAN bahkan," ujar dr Dicky saat dihubungi iNews.id, Rabu (12/8/2026).