Untuk mengurangi risiko ketindihan berulang, salah satu hal penting yang perlu diperhatikan adalah pola tidur. Waktu tidur yang berantakan dan kurang tidur disebut dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami sleep paralysis.
Dr. Cecep menyarankan masyarakat menjaga jadwal tidur agar tetap teratur. Selain itu, kebutuhan tidur juga perlu dicukupi sehingga tubuh tidak mengalami kekurangan waktu istirahat.
Posisi tidur juga dapat menjadi salah satu hal yang diperhatikan, terutama bagi orang yang berulang kali mengalami ketindihan.
"Coba tidur miring, jangan telentang. Ini yang paling banyak dilaporin ngebantu buat nyegah. Tidur teratur, jangan sampe kurang tidur. Ketindihan makin sering muncul kalau jam tidur kita berantakan," pungkas dr Cecep.
Selain melakukan pencegahan, seseorang juga dapat mencoba beberapa langkah ketika sleep paralysis sedang terjadi. Salah satunya dengan tidak langsung panik atau berusaha menggerakkan seluruh tubuh secara paksa.