Detoks Medsos 1-2 Minggu Penting untuk Kesehatan Mental, Ini Faktanya!

Niko Prayoga
Ilustrasi media sosial. (Foto: Freepik)

Artinya, seseorang tidak harus langsung menghapus seluruh akun media sosialnya. Detoks dapat dilakukan dengan mengurangi penggunaan, mematikan notifikasi, membatasi waktu membuka aplikasi, atau mengambil jeda total selama periode tertentu.

Apa Tujuan Detoks Media Sosial?

Detoks bukan sekadar membuat seseorang jauh dari ponsel. Ada beberapa kebiasaan yang ingin dikurangi melalui jeda tersebut.

Dokter Adam menyebut detoks media sosial bertujuan mengurangi kebiasaan melihat notifikasi secara terus-menerus. Selain itu, langkah ini dapat membantu seseorang mengurangi kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain serta FOMO (fear of missing out).

“Tujuan detoks media sosial adalah mengurangi melihat notifikasi terus menerus, menurunkan kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain, dan menurunkan FOMO (fear of missing out),” tuturnya.

Kebiasaan membandingkan kehidupan pribadi dengan apa yang ditampilkan orang lain di media sosial memang dapat menjadi salah satu sumber tekanan psikologis. Sementara itu, FOMO membuat seseorang merasa harus terus mengikuti apa yang sedang terjadi agar tidak merasa tertinggal.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
4 bulan lalu

1,2 Miliar Orang di Dunia Alami Gangguan Mental, Kecemasan Mendominasi!

6 bulan lalu

Menkes: Ribuan Anak Indonesia Bergejala Depresi dan Kecemasan

11 bulan lalu

Prabowo Minta Whoosh Tak Dipolitisasi: Ada Pihak yang Ingin Menimbulkan Kecemasan Rakyat

2 tahun lalu

Lirik dan Makna Lagu Anxiety - Doechii: Gambaran Mendalam tentang Perjuangan Melawan Kecemasan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal