Menurut dr Decsa, amigdala dan hipokampus menjadi bagian yang aktif dalam kondisi tersebut, sedangkan prefrontal cortex belum bekerja secara optimal.
“Apalagi di fase REM, amigdala dan hipokampus pusat emosi aktif banget. Sementara prefrontal kita hampir off. Makanya mimpinya emosional dan absurd,” katanya.
5. Mimpi Buruk Tidak Selalu Berarti Ada Masalah Serius
Mimpi buruk sesekali merupakan pengalaman yang dapat dialami banyak orang. Mimpi tersebut tidak otomatis menunjukkan adanya gangguan tertentu.
Namun, jika mimpi buruk terjadi sangat sering hingga mengganggu kualitas tidur atau aktivitas pada siang hari, kondisi tersebut sebaiknya tidak diabaikan dan dapat dikonsultasikan kepada tenaga medis.
6. Sleep Inertia Bisa Membuat Bangun Terasa Tidak Nyaman
Selain mimpi yang terasa nyata, seseorang juga dapat mengalami sleep inertia, yakni kondisi ketika otak belum sepenuhnya kembali aktif setelah bangun.