"Kami ingin masyarakat melihat layanan orthopaedi bukan hanya sebagai tempat untuk datang ketika mengalami cedera atau membutuhkan operasi. Ada banyak hal yang sebenarnya bisa dilakukan lebih awal untuk menjaga kesehatan tulang dan sendi. Melalui program skrining, edukasi, dan layanan yang lebih terintegrasi, kami ingin membantu masyarakat tetap aktif dan mempertahankan kualitas hidupnya lebih lama," ujar Ratih.
Upaya mengenali gangguan sejak dini dapat dilakukan melalui pemeriksaan yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu. Beberapa di antaranya meliputi skrining osteoporosis, osteoartritis lutut, nyeri punggung bawah, nyeri bahu, serta gangguan pada kaki dan pergelangan kaki.
Pemeriksaan kesehatan bagi individu aktif dan pegiat olahraga juga menjadi salah satu pendekatan untuk mengenali kondisi tubuh. Selain itu, skrining berbasis komunitas, seperti pemeriksaan skoliosis dan bunion, dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap gangguan sistem gerak.
Pada akhirnya, menjaga kesehatan tulang bukan sekadar upaya menghindari patah tulang, melainkan juga mempertahankan kemampuan tubuh untuk bergerak dan menjalani aktivitas secara mandiri.
Deteksi dini, pemeriksaan sesuai kebutuhan, serta penanganan yang tepat, termasuk tindak lanjut setelah patah tulang pertama melalui pendekatan FLS, menjadi bagian penting untuk menjaga kesehatan tulang sepanjang kehidupan.