Kenapa Makan Kol Goreng Tidak Baik bagi Kesehatan? Ini Kandungan di Dalamnya

Niko Prayoga
Minyak yang dipanaskan berulang kali, terlebih pada suhu tinggi, dapat mengalami oksidasi dan menghasilkan berbagai senyawa hasil degradasi. (Foto: Instagram Menkes)

Lantas, mengapa kol goreng perlu dibatasi? Berikut sejumlah hal yang perlu diketahui mengenai kandungan dan risiko kesehatannya.

1. Minyak Goreng Berulang Kali

Menghasilkan Senyawa Hasil Oksidasi
Salah satu hal yang perlu diperhatikan saat mengonsumsi kol goreng adalah kondisi minyak yang digunakan untuk memasak.

Minyak yang dipanaskan berulang kali, terlebih pada suhu tinggi, dapat mengalami oksidasi dan menghasilkan berbagai senyawa hasil degradasi. Proses tersebut dapat mengubah kualitas minyak dan meningkatkan terbentuknya senyawa yang berpotensi merugikan kesehatan.

Risikonya bergantung pada jenis minyak, suhu pemanasan, lama penggunaan, dan kondisi minyak. Karena itu, minyak yang telah berubah warna menjadi gelap, berbau tidak sedap, atau tampak keruh sebaiknya tidak digunakan kembali.

2. Kandungan Kalori Bisa Meningkat

Kol segar dikenal sebagai sayuran rendah kalori. Dalam 100 gram kol segar, kandungan energinya sekitar 24 kalori.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
21 jam lalu

Makan Kol Goreng Bisa Picu Kanker? Begini Kata Menkes

3 tahun lalu

Terungkap, Ternyata Ini Bahaya Makan Kol Goreng, Ada Kanker hingga Obesitas 

3 tahun lalu

Sering Dimakan karena Nikmat, Ternyata Ini Bahaya Konsumsi Kol Goreng

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal