Kenapa Makan Kol Goreng Tidak Baik bagi Kesehatan? Ini Kandungan di Dalamnya

Niko Prayoga
Minyak yang dipanaskan berulang kali, terlebih pada suhu tinggi, dapat mengalami oksidasi dan menghasilkan berbagai senyawa hasil degradasi. (Foto: Instagram Menkes)

Kol segar perlu dicuci menggunakan air mengalir sebelum dikonsumsi untuk membantu menghilangkan kotoran dan mengurangi kontaminasi pada permukaannya.

Selain dikonsumsi mentah, kol juga dapat diolah dengan cara dikukus atau ditumis menggunakan sedikit minyak. Metode tersebut dapat menjadi pilihan untuk membatasi penggunaan minyak, terutama minyak yang telah digunakan berulang kali.

Melalui unggahannya, Budi mengajak masyarakat, khususnya kalangan anak muda, untuk mulai memperhatikan kebiasaan makan sehari-hari.

“Mulai sekarang, ubah kebiasaan buruk ini. Kalau mau makan enak, murah, dan tetap sehat, biasakan makan kolnya dalam keadaan mentah saja sebagai lalapan. Bagikan info ini dan tag teman nongkrong kalian biar kita semua bisa lepas dari kutukan kol goreng!” ucap Budi.

Pada akhirnya, menjaga kesehatan tidak hanya bergantung pada satu jenis makanan, tetapi juga pada pola makan secara keseluruhan. Membatasi makanan yang digoreng dengan minyak berulang kali, memperbanyak konsumsi sayuran, dan menerapkan pola makan seimbang merupakan langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan tubuh.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
21 jam lalu

Makan Kol Goreng Bisa Picu Kanker? Begini Kata Menkes

3 tahun lalu

Terungkap, Ternyata Ini Bahaya Makan Kol Goreng, Ada Kanker hingga Obesitas 

3 tahun lalu

Sering Dimakan karena Nikmat, Ternyata Ini Bahaya Konsumsi Kol Goreng

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal