JAKARTA, iNews.id - Kol goreng menjadi pelengkap favorit saat menyantap hidangan penyetan. Teksturnya yang renyah dan rasanya yang gurih membuat sayuran ini digemari banyak orang. Namun, cara pengolahan dan penggunaan minyak goreng secara berulang dapat memengaruhi kualitas gizi serta meningkatkan risiko kesehatan.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengingatkan masyarakat untuk mengurangi kebiasaan mengonsumsi kol goreng, terutama jika dimasak menggunakan minyak jelantah. Melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya, dia menyoroti potensi bahaya penggunaan minyak yang telah berulang kali dipanaskan.
"Makan kol goreng seperti ini setiap hari, gua jamin elo akan bisa kena kanker lebih cepat. Tapi kan makan penyetan enggak pakai kol goreng kurang afdol enggak sih? Pantes aja elo masih muda tapi kolesterol lu udah selangit," kata Budi, dikutip Sabtu (17/10/2026).
Menurut Budi, kol segar sebenarnya merupakan sayuran yang rendah kalori dan mengandung berbagai nutrisi bermanfaat bagi tubuh. Dalam 100 gram kol segar, jumlah kalorinya sekitar 24 kalori.
“Ini kol 100 gram cuma 24 kalori. Aslinya sayurnya kan kayak gini, udah murah, sehat lagi. Tapi kalau digoreng kayak begini, kol goreng ini digorengnya pakai apa? Pakai minyak jelatah! Minyaknya udah hitam, butek lagi, dipakainya berulang-ulang,” ujar Budi.