Kenapa Makan Kol Goreng Tidak Baik bagi Kesehatan? Ini Kandungan di Dalamnya

Niko Prayoga
Minyak yang dipanaskan berulang kali, terlebih pada suhu tinggi, dapat mengalami oksidasi dan menghasilkan berbagai senyawa hasil degradasi. (Foto: Instagram Menkes)

Namun, proses penggorengan dapat meningkatkan jumlah kalori karena sebagian minyak terserap ke dalam makanan. Besarnya penambahan kalori bergantung pada jumlah minyak yang terserap dan metode penggorengan.

Jika dikonsumsi dalam jumlah besar dan terlalu sering, tambahan kalori tersebut dapat berkontribusi terhadap kelebihan asupan energi harian.

3. Berpotensi Menambah Asupan Lemak

Kol secara alami mengandung sedikit lemak. Namun, ketika digoreng, kandungan lemaknya meningkat akibat penyerapan minyak.

Konsumsi makanan yang tinggi lemak secara berlebihan dapat membuat pola makan menjadi kurang seimbang. Dampaknya terhadap kadar kolesterol juga bergantung pada jenis lemak yang dikonsumsi, jumlahnya, serta pola makan dan kondisi kesehatan seseorang secara keseluruhan.

Perlu diketahui, kol goreng tidak otomatis menyebabkan kolesterol tinggi. Faktor lain, seperti konsumsi lemak jenuh, riwayat keluarga, aktivitas fisik, dan kondisi metabolisme, turut memengaruhi kadar kolesterol dalam darah.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
21 jam lalu

Makan Kol Goreng Bisa Picu Kanker? Begini Kata Menkes

3 tahun lalu

Terungkap, Ternyata Ini Bahaya Makan Kol Goreng, Ada Kanker hingga Obesitas 

3 tahun lalu

Sering Dimakan karena Nikmat, Ternyata Ini Bahaya Konsumsi Kol Goreng

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal