LVAD merupakan perangkat mekanis yang membantu ventrikel kiri, yaitu bagian jantung yang bertugas memompa darah kaya oksigen ke seluruh tubuh.
Pada kondisi gagal jantung berat, kemampuan jantung untuk memompa darah dapat menurun secara signifikan. Dalam kondisi tertentu, LVAD digunakan untuk membantu mempertahankan aliran darah sehingga beban kerja jantung dapat terbantu.
Penggunaan LVAD membutuhkan proses yang tidak sederhana. Pasien harus melalui evaluasi dan seleksi oleh tim medis untuk menentukan apakah kondisi klinisnya sesuai untuk mendapatkan terapi tersebut.
Karena itu, keberadaan teknologi saja tidak cukup. Kemampuan dokter dalam mengenali pasien yang membutuhkan terapi lanjutan serta melakukan rujukan pada waktu yang tepat juga menjadi bagian penting dalam penanganan gagal jantung.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan kebutuhan terhadap layanan gagal jantung lanjut di Indonesia cukup besar. Dia menyebut prevalensi gagal jantung di Indonesia mencapai sekitar lima juta kasus, dengan angka kematian tahunan lebih dari 250 ribu orang.