LVAD Buka Harapan Baru Pasien Gagal Jantung Berat, Ini Alasannya

Muhammad Sukardi
Gagal jantung berat bisa diterapi dengan teknologi LVAD. (Foto: Ilustrasi AI)

Dokter Arza mengatakan tantangan berikutnya adalah memperkuat registri pasien, meningkatkan kemampuan rumah sakit dalam mengenali kasus gagal jantung, serta memperluas jejaring rujukan.

"Penyakit gagal jantung dan rehabilitasi kardiologi juga berperan penting. Kami harus mengambil teknologi dan pengetahuan yang diperlukan untuk membangun tim yang kuat," katanya.

AI Diharapkan Mendukung Perawatan Pasien

Selain LVAD, perkembangan teknologi digital dan kecerdasan artifisial (AI) juga mulai dilihat sebagai bagian dari ekosistem layanan gagal jantung.

Founder dan Chairman Borderless Healthcare Group sekaligus pendiri HeartSpan.ai, dr Wei Siang Yu, mengatakan masa depan layanan gagal jantung membutuhkan sistem yang memungkinkan dokter berbagi pengetahuan tanpa dibatasi wilayah.

Salah satu konsep yang dikembangkan adalah knowledge sharing cloud, yang memungkinkan dokter lokal berkomunikasi dengan spesialis dari daerah lain maupun dari luar negeri.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
18 hari lalu

Lingkar Paha Berkaitan dengan Risiko Kematian akibat Penyakit Jantung, Ini Penjelasannya

24 hari lalu

Pria Lansia Minum Obat Ereksi, Apakah Berbahaya bagi Jantung? Begini Kata Dokter

27 hari lalu

Pompa Jantung Terkecil di Dunia Dipasang di RSCM, Pasien Langsung Lepas Ventilator!

28 hari lalu

Baru Naik Tangga Sudah Sesak? Waspada, Bisa Jadi Katup Jantung Bermasalah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal