LVAD Buka Harapan Baru Pasien Gagal Jantung Berat, Ini Alasannya

Muhammad Sukardi
Gagal jantung berat bisa diterapi dengan teknologi LVAD. (Foto: Ilustrasi AI)

"Masalah jantung adalah pembunuh kedua di Indonesia dengan kematian setiap tahun lebih dari 250.000," ujar Budi.

Besarnya beban penyakit tersebut membuat pengembangan layanan gagal jantung tidak cukup hanya mengandalkan tindakan medis ketika kondisi pasien sudah berat.

Pasien perlu dikenali sejak lebih awal sehingga dokter dapat menentukan terapi yang sesuai dan melakukan rujukan sebelum terjadi penurunan kondisi yang semakin kompleks.

Dokter Arza menjelaskan, pasien yang terlambat mendapatkan penanganan dapat mengalami gangguan pada berbagai organ akibat menurunnya kemampuan jantung dalam memasok darah ke tubuh.

Situasi tersebut dapat memengaruhi peluang dan kompleksitas intervensi yang akan dilakukan. Karena itu, deteksi, pemantauan, dan sistem rujukan menjadi bagian penting dari layanan gagal jantung lanjut.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
18 hari lalu

Lingkar Paha Berkaitan dengan Risiko Kematian akibat Penyakit Jantung, Ini Penjelasannya

24 hari lalu

Pria Lansia Minum Obat Ereksi, Apakah Berbahaya bagi Jantung? Begini Kata Dokter

27 hari lalu

Pompa Jantung Terkecil di Dunia Dipasang di RSCM, Pasien Langsung Lepas Ventilator!

28 hari lalu

Baru Naik Tangga Sudah Sesak? Waspada, Bisa Jadi Katup Jantung Bermasalah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal