JAKARTA, iNews.id - Penelitian selama tiga bulan terhadap personel marinir yang memiliki kebiasaan merokok menemukan perubahan pada sejumlah indikator kesehatan setelah mereka beralih sepenuhnya dari rokok konvensional ke produk tembakau alternatif, seperti vape dan produk tembakau yang dipanaskan.
Guru Besar Periodonsia Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran (FKG Unpad), Prof Dr Amaliya menjelaskan penelitian tersebut mengamati perubahan aliran darah gusi, kondisi gusi, kemampuan mengenali rasa, serta kadar karbon monoksida dalam embusan napas.
Hasil pengamatan menunjukkan kelompok yang beralih ke produk tembakau alternatif mengalami perbaikan aliran darah gusi. Selain itu, kadar karbon monoksida dalam embusan napas mereka menurun setelah tiga bulan.
“Hasilnya, setelah beralih selama tiga bulan dari rokok ke produk tembakau alternatif seperti produk tembakau yang dipanaskan dan vape atau e-cigarette, peredaran darah di gusinya menjadi lancar. Yang asalnya pembuluh darahnya menyempit, menjadi membaik,” kata Amaliya dalam pemaparannya pada The 3rd Symposium of Indonesian Health Resilience Association (SIERA III) 2026 di Jakarta.
Menurutnya, kondisi gusi kelompok yang beralih ke produk alternatif juga menunjukkan perubahan hingga mendekati kondisi gusi orang yang tidak merokok.