Tak Semua Ultra-Processed Food Harus Dihindari, Ini Penjelasan Ahli

Muhammad Sukardi
Ilustrasi makan makanan yang termasuk UPF. (Foto: Ilustrasi AI)

JAKARTA, iNews.id — Ultra-processed food (UPF) kerap dianggap sebagai jenis makanan yang sebaiknya dihindari karena telah melalui banyak tahapan pengolahan. Padahal, para ahli menilai masyarakat tidak bisa menentukan kualitas pangan hanya berdasarkan seberapa panjang proses pengolahannya.

Istilah UPF semakin sering muncul dalam pembahasan mengenai pola makan dan kesehatan. Salah satu sistem yang banyak digunakan untuk mengelompokkan pangan berdasarkan tingkat pengolahannya adalah NOVA, yang membagi pangan menjadi empat kelompok, yakni pangan yang tidak atau minim diproses, bahan kuliner olahan, pangan olahan, dan pangan ultra-proses.

Sejumlah penelitian memang menemukan hubungan antara konsumsi UPF dalam jumlah tinggi dengan berbagai masalah kesehatan. Tinjauan besar yang diterbitkan dalam BMJ pada 2024 menemukan hubungan konsumsi UPF dengan sejumlah kondisi, di antaranya obesitas, diabetes tipe 2, penyakit kardiovaskular, gangguan mental, hingga kematian dari berbagai penyebab.

Namun, temuan tersebut tidak serta-merta menunjukkan bahwa proses pengolahan menjadi penyebab langsung berbagai masalah kesehatan. Kandungan gizi, formulasi, jumlah dan frekuensi konsumsi, serta pola makan secara keseluruhan juga perlu diperhatikan.

UPF Tak Bisa Dinilai Hanya dari Banyaknya Proses

Guru Besar Ilmu dan Teknologi Pangan IPB University Prof Purwiyatno Hariyadi mengatakan, tingkat pengolahan tidak dapat menjadi satu-satunya ukuran untuk menentukan kualitas pangan.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
11 hari lalu

Terbongkar! Puluhan Merek Beras Bervitamin Diduga Palsu, Kandungan Gizi Tak Sesuai Label

1 bulan lalu

Cuma 43% Balita Indonesia Dapat MPASI Beragam, Ahli Gizi Buka Suara!

1 bulan lalu

Punya Budget Terbatas? Ahli Gizi Ungkap Cara Tetap Penuhi Nutrisi Keluarga

2 bulan lalu

Hari Anak Nasional 2026, Edukasi Gizi di Kupang Libatkan 1.000 Orang Tua dan Anak

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal