Waspada! Gen Z Kini Dihantui Fatty Liver, Dokter Ungkap Pemicunya

Muhammad Sukardi
Ilustrasi gen z malas bergerak yang dapat memicu fatty liver. (Foto: Ilustrasi AI)

Kebiasaan kurang bergerak juga menjadi persoalan. Gaya hidup sedentari, terutama ketika seseorang menghabiskan sebagian besar waktunya untuk duduk, dapat membuat pengeluaran energi menjadi rendah.

Selain itu, pola makan tinggi gula dan konsumsi minuman berpemanis termasuk faktor yang dapat meningkatkan risiko masalah metabolik. 

NIDDK menyebut kelebihan berat badan atau obesitas, resistensi insulin atau diabetes tipe 2, kadar trigliserida tinggi, kolesterol abnormal, sindrom metabolik, kurang aktivitas fisik, pola makan tinggi gula, serta konsumsi minuman berpemanis sebagai sejumlah faktor yang berkaitan dengan risiko fatty liver.

WHO juga menyoroti konsumsi minuman berpemanis dan makanan yang tidak sehat sebagai bagian dari faktor risiko berbagai penyakit tidak menular, termasuk obesitas dan diabetes. 

Lebih lanjut, dr Nareswara mengingatkan kelompok usia muda agar tidak merasa terlalu aman hanya karena masih memiliki metabolisme yang relatif baik.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
5 hari lalu

BPJS: Pembiayaan Penyakit Ginjal Capai Rp7 Triliun hingga Juni 2026

5 hari lalu

Kemenkes Revisi Pedoman Penyakit Ginjal Kronis, Skrining dan Edukasi Bakal Diperkuat

17 hari lalu

58 Tahun Lawan DBD, Kenapa Penyakit Ini Tak Kunjung Hilang dari Indonesia?

19 hari lalu

5 Penyakit Ini Diam-Diam Hantui Warga Jakarta Imbas Kekeringan September 2026

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal