"Secara fisik sih memang ini pasiennya obese, emang gemuk. Terus emang dia kerjanya juga banyak duduk. Karena dia punya toko, dia jaga sendiri. Jadi dia dari pagi sampai malam, ya, duduk saja gitu," tuturnya.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena fatty liver atau dalam istilah medis yang kini banyak digunakan, metabolic dysfunction-associated steatotic liver disease (MASLD), merupakan kondisi ketika terjadi penumpukan lemak di hati yang berkaitan dengan gangguan metabolisme. Kondisi ini dapat terjadi pada berbagai kelompok usia, termasuk usia muda.
Dokter Nareswara menilai perubahan pola hidup turut berperan dalam bergesernya usia munculnya sejumlah penyakit metabolik.
Menurut dia, saat ini masyarakat lebih mudah menemukan makanan dan minuman tinggi gula. Tren minuman manis, kopi dengan tambahan gula, serta makanan yang sedang viral membuat konsumsi jenis makanan dan minuman tersebut menjadi lebih mudah dilakukan berulang kali.
"Mungkin karena hal ini juga menyebabkan adanya pergeseran populasi. Jadi penyakit-penyakit yang biasanya muncul di usia 40-an, sekarang usia 20-an juga bisa ada," ujarnya.