Waspada! Gen Z Kini Dihantui Fatty Liver, Dokter Ungkap Pemicunya

Muhammad Sukardi
Ilustrasi gen z malas bergerak yang dapat memicu fatty liver. (Foto: Ilustrasi AI)

Menurut dia, tubuh memang memiliki kemampuan untuk melakukan kompensasi ketika menghadapi pola hidup yang kurang sehat. Namun, kemampuan tersebut memiliki batas.

"Kalau usia muda itu biasanya memang metabolismenya lebih bagus. Lebih cepat. Jadi sebenarnya badan bisa kompensasi lebih bagus. Tapi jangan tunggu sampai kompensasinya itu overload," kata dia.

Dia pun memberikan perumpamaan yang dekat dengan anak muda agar tidak sengaja menguji batas kemampuan tubuh dengan pola makan dan gaya hidup yang tidak sehat.

"Kalau anak zaman sekarang, istilahnya tuh jangan adu mekanik sama badan. Jadi ngetes-ngetes," ujarnya.

Menurut dr Nareswara, perubahan gaya hidup dapat dimulai dari hal sederhana, seperti memperbaiki pola makan dan mulai rutin berolahraga bagi mereka yang selama ini jarang bergerak.

"Kalau misalnya udah ngerasa kok perutnya sudah mulai gemuk, atau misalnya udah ngerasa kok saya dibandingkan teman saya, kalau naik tangga saya sudah mulai capek, itu sudah lampu kuning lah. Sudah mulai kayak peringatan. Kayaknya harus ada yang diubah dari hidup saya," katanya.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
5 hari lalu

BPJS: Pembiayaan Penyakit Ginjal Capai Rp7 Triliun hingga Juni 2026

5 hari lalu

Kemenkes Revisi Pedoman Penyakit Ginjal Kronis, Skrining dan Edukasi Bakal Diperkuat

17 hari lalu

58 Tahun Lawan DBD, Kenapa Penyakit Ini Tak Kunjung Hilang dari Indonesia?

19 hari lalu

5 Penyakit Ini Diam-Diam Hantui Warga Jakarta Imbas Kekeringan September 2026

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal