Sangun menjelaskan, awalnya Bigmo datang ke pasar tersebut bersama dua orang rekannya. Mereka hanya berniat melakukan live streaming seperti biasa sambil menyapa para pengikutnya.
Namun, situasi berubah ketika sejumlah anak-anak mengenali Bigmo. Mereka kemudian menghampiri dan mengerumuni sang selebgram.
Kehadiran anak-anak tersebut akhirnya masuk ke dalam frame live streaming. Menurut pihak Bigmo, kondisi tersebut bukan bagian dari rencana awal pembuatan konten.
“Mo hanya datang ke situ bersama dua orang temannya, semuanya terjadi secara spontan,” kata Sangun.
Kontroversi semakin mencuat karena dalam live streaming tersebut Bigmo sempat menyebut salah satu merek liquid vape ketika anak-anak berada di sekitarnya.