"Tapi aku lebih ke kayak 'jangan dulu ya, Tuhan', karena aku merasakan ditinggal Mama aku di umur 17 tahun, jangan sampai Kamari tuh merasakan juga. Karena rasanya sangat tidak enak ya tumbuh tanpa seorang ibu," tutur Jennifer.
Belajar Jadi Ibu Tanpa Sosok Mama
Kehilangan ibunda tidak hanya meninggalkan kesedihan bagi Jennifer Coppen. Pengalaman tersebut juga membuatnya merasakan tantangan ketika harus menjalani peran sebagai seorang ibu untuk Kamari.
Dia mengaku bingung saat pertama kali merawat bayi karena tidak memiliki sosok ibu yang bisa menjadi tempat bertanya dan belajar.
"Udah gitu menjadi seorang ibu tanpa ibu tuh kayak, siapa sih yang ngajarin gue? Bingung gitu, serba belajar sendiri menjadi seorang ibu," sambungnya.
Pengalaman itu membuat Jennifer semakin memahami pentingnya kehadiran seorang ibu dalam kehidupan anak. Dia tidak ingin Kamari merasakan kesepian yang pernah dialaminya ketika tumbuh dewasa.