Trauma Berat usai Kena Doxing, Korban Dugaan TPKS Betrand Peto Berhenti Bekerja

Ravie Wardani
Kuasa hukum ANW, korban dugaan TPKS Betrand Peto, mengungkapkan, kliennya mengalami tekanan psikologis setelah menjadi sasaran serangan siber (doxing) di media sosial. (Foto: Ravie Wardani)

Thulus menyayangkan munculnya penghakiman sepihak di tengah proses penanganan perkara yang membuat kliennya semakin tertekan. Menurut dia, ANW menghadapi beban berlapis setelah menjadi korban dugaan TPKS.

"Klien kami harus menderita dua kali. Pertama dia menderita sebagai korban, yang kedua dia menderita karena keterangannya tidak dipercaya, bahkan dia disalahkan atas peristiwa yang tidak pernah dia kehendaki," kata Thulus.

Dia menegaskan keputusan ANW berhenti bekerja bukan karena diberhentikan perusahaan. ANW memilih untuk sementara meninggalkan pekerjaannya agar persoalan yang tengah dihadapi tidak berdampak terhadap lingkungan kerja maupun aktivitas sehari-harinya.

"Bukan diberhentikan ya, dia memilih untuk berhenti bekerja karena dia tidak mau ini berdampak kepada tempat kerjanya atau berdampak kepada aktivitasnya sehari-hari. Jadi dia sekarang fokus pada pemulihan kondisi psikologisnya," kata Thulus.

Saat ini, tim kuasa hukum masih menunggu keputusan internal LPSK terkait mekanisme pendampingan bagi ANW. Pendampingan tersebut diharapkan mencakup bantuan medis dan psikologis untuk membantu korban menjalani proses pemulihan.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
3 hari lalu

Betrand Peto Terseret Kasus Dugaan Kekerasan Seksual, Aditya Gumay: Belum Cukup Bukti

4 hari lalu

Korban Siapkan Bukti Krusial Jelang Pemeriksaan Betrand Peto Terkait Dugaan Kekerasan Seksual

4 hari lalu

Saksi Akui Ada Miras di TKP, Kuasa Hukum Korban Soroti Dugaan Kebohongan Kasus Betrand Peto

4 hari lalu

Sempat Trauma, Kondisi Korban Dugaan TPKS Betrand Peto Mulai Membaik

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal