Dokter di Pusat Wabah Covid-19: Terlalu Lelah, Takut Terinfeksi, Pakai Popok Tiap Hari dan Ketakutan

Nathania Riris Michico
Ilustrasi dokter yang menangania wabah virus korona. (FOTO: Ted ALJIBE / AFP)

Seorang dokter di sebuah klinik komunitas di Wuhan mengatakan, dia dan setidaknya 16 rekannya menunjukkan gejala yang mirip dengan virus baru, termasuk infeksi paru-paru dan batuk.

"Sebagai dokter, kami tidak ingin bekerja sambil menjadi sumber infeksi," katanya kepada AFP, meminta syarat anonimitas karena takut.

"Tetapi saat ini, tidak ada yang menggantikan Anda," kata dokter itu, menjelaskan.

Dia menyebut, semua staf medis tanpa demam harus bekerja.

"Apa yang akan terjadi jika tidak ada yang bekerja di garis depan?"

Sekitar 44 persen dari 42.600 kasus di seluruh China terjadi di Wuhan, rumah bagi pasar hewan liar tempat virus itu diduga berasal, sebelum menyebar di antara manusia.

Risiko yang dihadapi staf medis disorot setelah Li Wenliang, seorang dokter whistleblower di Wuhan, meninggal karena penyakit itu lebih dari sebulan setelah dia pertama kali memeperingatkan soal virus mirip SARS itu.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Internasional
13 jam lalu

Nah, Trump Sebut Dewan Perdamaian Gaza Bisa Gantikan PBB

Internasional
4 hari lalu

Kanada Sepakat Pangkas Tarif Kendaraan Listrik China Jadi 6,1 Persen

Internasional
8 hari lalu

China Tak Terima Dikaitkan dengan Ambisi Trump Merebut Greenland

Nasional
12 hari lalu

Geram! Purbaya bakal Gerebek Perusahaan Baja China yang Rugikan Negara Triliunan Rupiah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal