Dokter di Pusat Wabah Covid-19: Terlalu Lelah, Takut Terinfeksi, Pakai Popok Tiap Hari dan Ketakutan

Nathania Riris Michico
Ilustrasi dokter yang menangania wabah virus korona. (FOTO: Ted ALJIBE / AFP)

Pemerintah China merespons dengan memobilisasi seluruh negara untuk meningkatkan produksi masker dan pakaian pelindung.

Pada Senin lalu, tiga perempat produsen masker dan pakaian sudah kembali bekerja setelah liburan Tahun Baru Imlek yang diperpanjang, kata Cong Liang, seorang pejabat perencana ekonomi top China.

China juga sudah mengimpor lebih dari 300 juta masker dan sekitar 3,9 juta pakaian pelindung sejak 24 Januari.

Perhimpunan Palang Merah China juga sudah menerima lebih dari 900 juta yuan (129 juta dolar) dalam bentuk donasi untuk bantuan menghadapi wabah -meskipun negara itu juga disorot karena kurangnya transparansi dan efisiensi.

"Bahkan jika kita menerima lebih banyak masker, jumlah pasien meningkat lebih cepat," kata seorang dokter di rumah sakit besar Wuhan, yang meminta namanya tak dipublikasi.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Internasional
13 jam lalu

Nah, Trump Sebut Dewan Perdamaian Gaza Bisa Gantikan PBB

Internasional
4 hari lalu

Kanada Sepakat Pangkas Tarif Kendaraan Listrik China Jadi 6,1 Persen

Internasional
8 hari lalu

China Tak Terima Dikaitkan dengan Ambisi Trump Merebut Greenland

Nasional
12 hari lalu

Geram! Purbaya bakal Gerebek Perusahaan Baja China yang Rugikan Negara Triliunan Rupiah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal