Dokter di Pusat Wabah Covid-19: Terlalu Lelah, Takut Terinfeksi, Pakai Popok Tiap Hari dan Ketakutan

Nathania Riris Michico
Ilustrasi dokter yang menangania wabah virus korona. (FOTO: Ted ALJIBE / AFP)

Kematiannya memicu luapan kesedihan dan kemarahan di media sosial China. Sebanyak 10 akademisi di Wuhan mengedarkan surat terbuka yang menyerukan reformasi politik dan kebebasan berbicara.

Wakil Wali Kota Wuhan mengatakan bahwa kota itu saat ini kekurangan 56.000 masker N95 setiap hari dan 41.000 pakaian pelindung.

"Staf medis dalam pakaian pelindung akan memakai popok, mengurangi berapa banyak air yang mereka minum, dan mengurangi berapa kali mereka menggunakan kamar mandi," kata Jiao Yahui, seorang pejabat tinggi di Komisi Kesehatan Nasional China.

Beberapa dari mereka akan mengenakan pakaian pelindung yang sama selama enam atau bahkan sembilan jam. Padahal pakaian pelindung seharusnya tidak dikenakan lebih dari empat jam di bangsal yang dikarantina.

"Tentu saja, kami tidak menganjurkan metode ini, tetapi staf medis benar-benar tidak punya alternatif," akunya.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
2 hari lalu

Jumlah Korban Tewas Banjir Bandang Nepal-China Tembus 1.400 Orang, 5.800 Lebih Hilang

6 hari lalu

Korban Tewas Banjir Nepal-China Nyaris 1.300 Orang, 5.000 Lebih Masih Hilang

8 hari lalu

Kerahkan Ratusan Alat Berat, China Buka Akses Jalan ke Perbatasan Nepal yang Lenyap akibat Banjir

8 hari lalu

Sinopsis Microdrama Bayi Jenius dan Istri Miliarder, Ada Plot Twist di Akhir!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal