Hamidin
Mantan Deputi Bidang Kerja Sama Internasional BNPT, Pengamat Terorisme
WAKTU berjalan terus, batas jeda kemanusiaan sudah berada di pengujung jalan. Tentara Israel sebagaimana dirilis berbagai media, diprediksi akan memulai lagi serangan darat di Gaza, apalagi bila cukup alasan bagi Israel untuk menyatakan bahwa Hamas tidak membebaskan para tawanan yang akan dibebaskan tengah malam ini.
Sementara 39 anak Palestina yang selama ini dipenjara telah dibebaskan oleh Israel, sebaliknya 13 sandera juga telah dibebaskan oleh Hamas dan telah tiba kembali di Israel.
Sayap militer Hamas Brigade Izz al-Din al Qasam mengumumkan bahwa mereka secara konsekuen sudah menyerahkan sekelompok sandera Israel ke Palang Merah Internasional untuk segera dikeluarkan dari Gaza menuju negara masing masing. Sementara Israel, kata Osama Hamdan, salah satu eksekutif senior Hamas yang melakukan konferensi pers di Beirut, Lebanon, pernah mangatakan, "Israel tidak mematuhi pasal-pasal mengenai jaminan keamanan terhadap sejumlah truk bantuan ke utara Gaza serta siapa nama-nama dan kondisi tahanan Palestina yang akan dibebaskan."
Hamdan menambahkan, ini adalah situasi sangat berbahaya bagi suatu perjanjian dan perlu diketahui oleh para mediator, Israel harus dapat memenuhi tanggung jawab mereka.
Kantor berita resmi Palestina WAFA juga telah mengumumkan bahwa Israel masih melakukan penggerebekan di berbagai tempat di wilayah Jenin, Tepi Barat. Kali ini tergetnya adalah Rumah Sakit Negeri Syahid Halil Suleiman (rumah sakit pemerintah), Rumah Sakit Ibnu Sina, dan Pusat Bulan Sabit Mereh Palestina yang berada di kamp pengungsian.