Lain lagi yang dialami dan disaksikan oleh Dr Mustafa Sekik, dokter yang bekerja di rumah sakit tersebut. Dia mengatakan tentara Israel bahkan tidak mengizinkan mereka yang berada di rumah sakit untuk pindah dari tempatnya selema penggerebekan, orang-orang itu dibiarkan kelaparan.
Sekik juga mencatat tentara Israel memutus semua saluran komunikasi di rumah sakit dan menggeledah gedung secara intensif.
Lain lagi pengalaman Ibrahim Zekeriya, salah satu orang yang terluka di rumah sakit Dia membutuhkan bantuan medis segera di rumah sakit dersebut, tapi tidak bisa. Rumah sakit telah dikepung oleh tentara selama berhari-hari padahal dia tidak sendiri. Istri dan anak-anaknya juga berada di rumah sakit selama penggerebekan namun tidak dapat menerima kabar apa pun dari anggota keluarga karena mereka kehilangan komunikasi.
Sungguh memprihatinkan nasib warga Palestina di Jalur Gaza. Rumah dan properti rata dengan tanah. Keluarga banyak yang gugur. Air dan listrik mati. Persediaan pangan terbatas. Sarana prasarana kesehatan lumpuh. Bantuan PBB belum maksimal. Tiap hari berhadapan dengan pasukan Israel yang sewaktu-waktu bisa menjadi sosok pencabut nyawa dan mencuri organ tubuh.
Ya Allah, bantulah mereka, selamatkan mereka. Mari kita panjatkan doa untuk rakyat Palestina:
اللَّهُمَّ إنَّا نَسْتَعِينُكَ وَنَسْتَغْفِرُكَ وَنَسْتَهْدِيكَ وَنُؤْمِنُ بِكَ وَنَتَوَكَّلُ عَلَيْكَ وَنُثْنِي عَلَيْكَ الْخَيْرَ كُلَّهُ نَشْكُرَكَ وَلَا نَكْفُرُكَ وَنَخْلَعُ وَنَتْرُكُ مَنْ يَفْجُرُكَ اللَّهُمَّ إيَّاكَ نَعْبُدُ وَلَك نُصَلِّي وَنَسْجُدُ وَإِلَيْكَ نَسْعَى وَنَحْفِدُ نَرْجُو رَحْمَتَك وَنَخْشَى عَذَابَكَ إنَّ عَذَابَك الْجِدَّ بِالْكُفَّارِ مُلْحَقٌ