Bersandar pada kejadian terdahulu, dugaan kejahatan pencurian organ tubuh pada saat ini benar telah terjadi. Ini bisa dilihat dari kesaksian, berita, hubungan antar-berita, pernyataan badan-badan Internasional, pejabat otoritas di Gaza, serta fakta bahwa sekitar 7.000-an orang hilang di Gaza.
Patut diduga Israel masih menyimpan puluhan jenazah. Maka MEHRO (Midle East Human Rights Observatory), sebuah organisasi kemanusiaan dunia, menuntut dilakukannya investigasi internasioanal yang independen dan mendalam, karena banyak jenazah yang menghilang pasca penyerbuan ke Rumah sakit Al Shifa dan Rumah Sakit Indonesia di Gaza utara.
MEHRO secara resmi telah melaporkan bahwa tentara Israel membongkar kuburan massal di Rumah Sakit Al Shifa dan memindahkan jenazah tersebut ke suatu tempat dan tidak mengembalikannya. MEHRO juga mencatat dan mengakui, ada beberapa jenazah yang diserahkan kepada Komite Palang Merah Internasional dan dikirim ke Gaza Selatan untuk proses penguburan, tetapi sisanya kemana?
Menurut informasi Asharq al-Awsat dari DPA, tentara Israel sampai sekarang masih terus menahan dan menyimpan jenazah-jenazah lain. MEHRO menyatakan ada beberapa dokter yang mengamati banyak organ tubuh seperti kornea mata, gendang telinga, hati, ginjal dan jantung dicuri dari beberapa mayat yang mereka periksa secara cepat di Gaza.
MEHRO menyatakan ini bukti permulaan yang cukup untuk menjelaskan bahwa benar telah terjadi pencurian organ pada jenazah di Gaza. Hampir semua paham bahwa Israel memang memiliki sejarah panjang dalam menyembunyikan jenazah warga Palestina. Ada data yang menyatakan bahwa setidaknya 145 jenazah Palestina disimpan di unit pendingin khusus, 255 jenazah ditemukan di kuburan massal, dan 75 jenazah dinyatakan hilang.