Israel memiliki kuburan massal rahasia yang disebut 'kuburan pejuang musuh'. Kuburan ini terletak di area tertentu seperti zona militer tertutup dan rahasia. Kuburan itu diberi nomor yang terukir pada lembaran logam . MEHRO menyatakan pihak berwenang Israel menyimpan jenazah warga Palestina, kemudian membekukan, dan mengembalikannya ke keluarga mereka setelah jangka waktu tertentu. Pada masa itu, jenazah disimpan pada suhu sangat ekstem untuk mengawetkannya.
Tindakan ini mungkin dimaksudkan untuk menyembunyikan organ yang telah dicuri. Diduga bahwa dalam beberapa tahun terakhir Israel telah berupaya membangun legalitas dan dasar hukum untuk dapat menampung jenazah warga Palestina dan mengambil organ tubuh mereka. Salah satu alasan dan dasar hukumnya adalah keputusan Mahkamah Agung Israel pada 2019 yang memungkinkan otoritas militer untuk menahan jenazah dan menguburkan sementara di 'kuburan yang bernomor' itu.
Parlemen Israel (Knesset) juga telah mengeluarkan peraturan hukum pada akhir 2021 yang memberikan kewenangan kepada polisi dan tentara untuk menyimpan jenazah warga Palestina. Dalam beberapa tahun terakhir, sering dilaporan bahwa Israel secara ilegal menggunakan jenazah warga Palestina untuk perdagangan organ, atau menggunakan jenazah tersebut sebagai bahan penelitian di fakultas kedokteran universitas-universitas Israel.
Dokter Israel Meyra Fayiz, dalam bukunya 'On Dead Bodies', mengungkap bahwa organ tubuh dicuri dari mayat warga Palestina dan ditransplantasikan ke pasien Yahudi dan digunakan untuk tujuan penelitian di fakultas kedokteran universitas Israel.
Yehuda Hiss, mantan direktur Institut Kedokteran Forensik Abu Kabir Israel, juga mengakui organ, jaringan dan kulit, dicuri dari mayat warga Palestina dan diambil tanpa sepengetahuan atau izin keluarga.