Miris, Kisah Warga Kazakh yang Mengaku Disiksa di Kamp Pelatihan China

Nathania Riris Michico
Aibota Serik mengatakan ayahnya hilang di jaringan pusat penahanan Cina. (Foto: BBC)

Badan PBB tentang diskriminasi ras (UN Committee on the Elimination of Racial Discrimination) mendengar bahwa ada sejumlah laporan yang dapat dipercaya tentang sekitar satu juta orang yang ditahan di kamp di Xinjiang. Hampir semuanya dari kelompok minoritas Muslim, seperti Uighur, Kazakh, dan lainnya.

Terdapat lebih dari satu juta orang Kazakh yang hidup di China. Setelah Uni Soviet bubar, ribuan orang pindah ke Kazakhstan yang kaya minyak, terdorong oleh kebijakan negara itu yang menarik perhatian kelompok Kazakh.

Kini, orang-orang itu merasa putus hubungan dengan kerabat mereka yang tetap tinggal di China.

Nurbulat Tursunjan uulu, yang pindah ke daerah Almaty pada 2016, mengatakan orangtuanya yang sudah lansia tidak bisa meninggalkan China dan datang ke Kazakhstan karena pemerintah mengambil paspor mereka.

Nurbulat Tursunjan mengatakan pemerintah Cina menyita paspor orang tuanya. (Foto: BBC)

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
3 hari lalu

China Tegaskan Dukung Palestina, Desak Israel Setop Caplok Tepi Barat

5 hari lalu

Trump: China dan Rusia Rugi Besar jika Bantu Iran Perang Lawan AS

5 hari lalu

Mentrans Ajak China Riset Kawasan Transmigrasi, Petakan Potensi Ekonomi

6 hari lalu

Trump Yakin China dan Rusia Tak Bantu Iran Perang Lawan AS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal