Miris, Kisah Warga Kazakh yang Mengaku Disiksa di Kamp Pelatihan China

Nathania Riris Michico
Aibota Serik mengatakan ayahnya hilang di jaringan pusat penahanan Cina. (Foto: BBC)

Pengaju petisi lainnya, Bekmurat Nusupkan uulu, mengatakan kerabat di China takut berbicara di telepon atau di aplikasi pesan populer China, WeChat. Dan ketakutan mereka memang berdasar, katanya.

"Mertua laki-laki mengunjungi saya pada Februari 2018. Dari tempat saya, dia menelepon anak laki-lakinya di China, dia menanyakan keadaannya dan berbagai hal lain. Tidak lama kemudian anak laki-lakinya Baurzhan ditahan. Dia dikatakan menerima telepon dari Kazakhstan dua atau tiga kali dan kemudian dikirim ke kamp politik."

Human Rights Watch menyatakan para tahanan dibui tanpa melalui proses yang menjadi haknya -tidak didakwa ataupun diadili- tidak diberikan akses ke pengacara ataupun keluarga.

Orynbek Koksybek merupakan seorang etnik Kazakh yang selama berbulan-bulan berada di kamp.

"Saya menghabiskan tujuh hari di neraka di sana," katanya.

"Tangan saya diborgol, kaki saya diikat. Mereka menjebloskan saya ke lubang. Saya mengulurkan kedua tangan dan melihat ke atas. Saat itu, mereka menyiram saya. Saya berteriak," paparnya.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
3 hari lalu

China Tegaskan Dukung Palestina, Desak Israel Setop Caplok Tepi Barat

4 hari lalu

Trump: China dan Rusia Rugi Besar jika Bantu Iran Perang Lawan AS

5 hari lalu

Mentrans Ajak China Riset Kawasan Transmigrasi, Petakan Potensi Ekonomi

6 hari lalu

Trump Yakin China dan Rusia Tak Bantu Iran Perang Lawan AS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal