Dia mengatakan, pertunjukan tersebut telah diberitahukan kepada pihak kepolisian dan dijadwalkan berlangsung pukul 13.00 waktu setempat. Meski demikian, para musisi mengaku tetap terdampak penggunaan gas air mata sebelum konser dimulai.
Di tengah kondisi tersebut, para musisi berusaha meneruskan permainan mereka selama sekitar 20 menit. Namun, situasi yang semakin tidak kondusif membuat mereka akhirnya harus meninggalkan lokasi.
Peristiwa ini kemudian menjadi gambaran kontras antara pertunjukan musik yang berlangsung secara damai dan ketegangan yang mewarnai demonstrasi di ibu kota Prancis.
Kehadiran Orchestre du Nouveau Monde dalam demonstrasi bukan sekadar pertunjukan seni. Kelompok musik yang dipimpin konduktor Étienne Jarrier itu dikenal menggunakan musik sebagai medium untuk menyuarakan isu keadilan sosial dan lingkungan.
Menurut laporan Télérama, orkestra tersebut sebelumnya juga tampil dalam sejumlah aksi gerakan pelajar. Kehadiran mereka pada 17 Oktober dimaksudkan untuk memberikan dukungan kepada para pelajar yang memprotes persoalan pendidikan, termasuk kekurangan guru dan ruang kelas yang terlalu padat.