Deretan Tokoh-Pakar Kecam Sirekap KPU: Banyak Data Salah, Masyarakat Resah!

Felldy Aslya Utama
Sirekap dinilai banyak kejanggalan saat penghitungan suara Pemilu 2024. (Foto Situs KPU).

"Oleh karena itu menjadi tidak aneh kalau banyak sekali anomali seperti seringnya angka salah dipindai misalnya 1 menjadi 7 atau bahkan 4, juga penambahan desimal yang membuat jumlahnya fantastis sampai ribuan, padahal lazimnya 1 TPS hanya berkapasitas 300 orang," kata Roy dalam keterangannya, Sabtu (17/2/2024).

"Tuduhan adanya algoritma sisipan seperti yang disampaikan berbagai pihak pun menjadi tidak bisa dihindari, karena kesalahan ini terjadi secara nyaris seperti TSM (Terstruktur Sistematis Masif) di banyak tempat, tidak hanya hitungan jari," imbuhnya.

6. Pakar Riset Pratama Nilai Sirekap Teknologi yang Belum Siap

Pakar riset, Pratama Persadha mengatakan sirekap masih memiliki banyak masalah. Fungsi awalnya bermaksud mempermudah penghitungan suara malah bisa menimbulkan banyak masalah.

“Fitrahnya sirekap ini kan untuk membantu masyarakat untuk bisa mengetahui hasil pemilu dengan cepat ya sehingga masyarakat ini nggak menunggu terlalu lama 35 hari untuk hitung manual. Yang jadi masalah adalah sirekap ini menggunakan teknologi Optical Mark Recognition (OMR) dan Optical Caracter Recognition yang dipakai untuk moto gambar menjadi tulisan untuk mengkonversi,” ujar Pratama yang juga Ketua Communication and Information System Security Research Center (CISSReC).

Dia melanjutkan, ternyata sebenarnya aplikasi ini belum siap. Jadi, teknologi yang digunakan itu belum bisa membaca gambar itu dengan baik.

Editor : Faieq Hidayat
Artikel Terkait
6 hari lalu

Polemik Pasal Selundupan, Praktisi Hukum Sebut PKPU 23/2023 Sah Punya Legalitas Hukum Kuat

10 hari lalu

Laporkan KPU dan Gibran ke Bawaslu, Bonatua Bawa Kalender Akademik UTS Insearch

10 hari lalu

Bonatua Tantang Bawaslu Berani Panggil Wapres Gibran soal Suket Penyetaraan

10 hari lalu

Bonatua Laporkan KPU dan Gibran ke Bawaslu Buntut Syarat Pendidikan Cawapres Bermasalah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal