Eks Wamen Imipas Silmy Karim Siapkan Bukti dan Ahli untuk Gugurkan Status Tersangka 

Ari Sandita Murti
Pengacara mantan Wamen Imipas Silmy Karim, Teguh Hartono. (Foto: Ari Sandita)

"Belum ada kejelasan dari KPK Rp150 miliar itu apakah milik Pak Silmy karena informasi yang kami dapat dari Pak Silmi selaku klien kami, Rp150 miliar itu tidak digeledah atau tidak disita di satu tempat milik Pak Silmi, di rumahnya atau di suatu tempat berkaitan properti Pak Silmi. Jadi Rp150 M itu tidak ada kaitannya dengan Pak Silmy," kata dia.

Gafur juga mempertanyakan belum adanya penjelasan lebih lanjut mengenai uang Rp150 miliar tersebut. KPK hingga kini belum menunjukkan barang bukti senilai Rp150 miliar yang disebut dalam perkara tersebut.

Selain itu, pihaknya mempertanyakan korelasi barang pribadi milik Silmy dengan perkara yang sedang ditangani KPK.

"Soal penetapan tersangka, dalam rezim KUHAP baru itu kan dasarnya 2 alat bukti, melalui praperadilan kami mengharapkan KPK dalam pembuktian nanti membuka apa 2 alat bukti yang sah sebagai dasar menetapkan Pak Silmy sebagai tersangka," ucapnya.

Gafur menambahkan, pihaknya juga mempersoalkan proses penetapan tersangka dan penahanan Silmy karena menurutnya tidak ada proses klarifikasi terlebih dahulu. Dia mengatakan Silmy tidak ditangkap dalam rangkaian operasi tangkap tangan (OTT).

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
13 jam lalu

Sidang Praperadilan, Eks Wamen Imipas Silmy Karim Minta Hakim Gugurkan Status Tersangka

7 hari lalu

KPK Tak Datang, Sidang Praperadilan Eks Wamen Imipas Silmy Karim Ditunda

13 hari lalu

Eks Wamen Imipas Silmy Karim Ajukan Praperadilan terkait Penyitaan, KPK Siap Hadapi

13 hari lalu

Eks Wamen Silmy Karim Ajukan Praperadilan, Persoalkan Penyitaan KPK

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal