Koalisi Distribusional: Program Baik Berubah Menjadi Perburuan Rente

iNews
Ekonom Senior Indef, Didik J Rachbini (Foto: Dok Pribadi)

Didik J Rachbini
Ekonom Senior Indef
Rektor Universitas Paramadina

SELALU ada cerita tentang kebijakan dan program mulia dari pemimpin untuk rakyat yang berubah menjadi ladang perburuan rente ekonomi, yang menghalangi suatu negara menjadi makmur. Ada kemakmuran yang tercapai, tetapi hanya dinikmati segelintir orang. 

Perubahan dari tujuan mulia menjadi korupsi dan rent-seeking merupakan salah satu paradoks terbesar dalam pembangunan. Hampir selalu program pemerintah lahir dengan niat baik, dikampanyekan secara terbuka untuk mengurangi kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan, membangun infrastruktur, memperkuat desa, atau meningkatkan kualitas pendidikan. Namun, dalam praktiknya, sebagian program justru menjadi sumber korupsi, pemborosan, dan perburuan rente (rent-seeking).

Ketika kekuasaan mengendalikan sumber daya ekonomi yang besar, kebijakan publik menjadi objek perebutan. Tidak hanya di Indonesia, banyak program dan kebijakan yang mulia untuk rakyat berubah menjadi ladang pertumbuhan rente ekonomi di tengah politik kekuasaan. Di mana letak kesalahannya dan bagaimana proses perubahan dari program yang baik menjadi bancakan korupsi? Lalu, bagaimana memperbaikinya?

Kita harus mengenali terlebih dahulu masalahnya. Ekonom peraih Nobel, Mancur Olson, menjelaskan bahwa di sekitar presiden selalu ada kelompok-kelompok kepentingan yang berusaha memperoleh keuntungan melalui kedekatan dengan kekuasaan, bukan melalui produktivitas, inovasi, dan kerja keras. Kebijakan dan program biasanya gagal karena masuk ke dalam struktur kekuasaan yang menciptakan insentif rente, bukan insentif produksi.

Fenomena ini merupakan faktor kelembagaan yang dijelaskan Olson melalui teori distributional coalition (koalisi distribusional), seperti kelompok lobi informal dan bawah tanah, asosiasi bisnis dan perdagangan, bahkan elite serikat buruh. Kelompok-kelompok ini mencari hak-hak khusus dari negara, berburu rente ekonomi, dan meminta perlindungan khusus.

Dari sinilah kemudian terbangun kolusi antara kekuasaan negara dengan kelompok lobi dan pengusaha tertentu secara tertutup, sehingga membuat ekonomi menjadi kurang fleksibel, efisiensinya menurun, dan lambat berinovasi.

Editor : Maria Christina
Artikel Terkait
Nasional
3 hari lalu

Pesan Keras Prabowo ke Para Pejabat: Tinggalkan Praktik yang Mengarah ke Korupsi

Nasional
3 hari lalu

Peringatan Keras Mensos ke Jajaran: Tak Ada Zona Aman untuk Korupsi

Nasional
4 hari lalu

Eks Waka BGN Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus Korupsi MBG

Nasional
5 hari lalu

Kejagung Tak Sita 21.801 Motor Listrik dalam Kasus Korupsi MBG, Kenapa?

Nasional
5 hari lalu

Kejagung Ungkap Dadan Hindayana dan Dua Eks Wakil BGN Bersekongkol Korupsi MBG

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal