Selanjutnya, Uchok menyoroti sumber pendanaan proyek yang disebut memiliki total anggaran sekitar Rp15 triliun untuk pembangunan jalan tol layang sepanjang sekitar 9 kilometer.
Berdasarkan penelusuran
Center for Budget Analysis (CBA), CMNP menjual saham senilai sekitar Rp1,3 triliun dan Rp1,2 triliun untuk pendanaan proyek. Perusahaan juga disebut menggunakan kas internal, tetapi besarannya tidak dirinci dalam pemaparan tersebut.
“Kalau Rp2,6 triliun dari Rp8,4 triliun, pembiayaannya dari mana lagi nih?” ujarnya.
Uchok turut mempertanyakan anggaran pengadaan tanah yang disebut mencapai Rp2,3 triliun. Dia mengatakan terdapat sekitar Rp2 triliun yang telah digunakan, ditambah Rp100 miliar yang menurutnya tidak disertai rincian keterangan, serta komponen capping sebesar Rp211 miliar.
Dia meminta aparat penegak hukum menelusuri sejumlah aspek tersebut, mulai dari biaya konstruksi, pengadaan tanah hingga sumber pendanaan proyek.