Namun dengan penutupan produk ini, diharapkan warga akan lebih sadar untuk mengurangi konsumsi rokok.
"Dulu anak datang ke toko akan melihat produk rokok, sekarang akan melihat pesan kesehatan yang menghindari rokok," jelasnya.
Menurutnya, tingkat kesadaran masyarakat uintuk ikut BPJS masih rendah. Dengan premi yang hanya Rp25 ribu mereka masih keberatan. Padahal untuk membeli rokok, dalam sehari bisa mencapai lebih dari Rp20 ribu.
"Di negara barat itu, konsumsi rokok sudah turun," jelasnya.