China merupakan pasar penting bagi sepak bola Spanyol. Menurut sumber internal La Liga, China dan Amerika Serikat menyumbang sebagian besar pendapatan hak siar internasional yang nilainya mencapai 748 juta euro atau sekitar Rp15,18 triliun pada musim 2024-2025.
Surat kabar Marca juga melaporkan sekitar 10 hingga 15 persen penjualan jersey dan merchandise Real Madrid berasal dari China. Klub tersebut turut memiliki sponsor asal China, termasuk Hisense, Kaiyun Sports, dan Linglong Tire.
Kasus Mbappe mengingatkan publik pada konflik NBA dengan China pada 2019. Saat itu, hubungan kedua pihak memburuk setelah manajer umum Houston Rockets, Daryl Morey, menyampaikan dukungan kepada demonstran Hong Kong.
NBA membela hak Morey untuk menyampaikan pendapat, tetapi pertandingan kompetisi basket Amerika Serikat tersebut kemudian menghilang dari CCTV selama lebih dari satu tahun. Komisaris NBA, Adam Silver, mengungkap kerugian akibat konflik itu mencapai ratusan juta dolar AS.
Dosen Australian National University, Debby Chan, menilai kedua kasus tersebut menunjukkan kuatnya nasionalisme konsumen China. Sentimen masyarakat di media sosial dan pemberitaan media pemerintah dapat memperbesar gelombang kemarahan publik.