JAKARTA, iNews.id - Perkembangan artificial intelligence (AI) mulai mengubah cara perusahaan menjalankan pekerjaan. Teknologi ini tidak hanya digunakan untuk membantu atau menggantikan tugas tertentu, tetapi juga mendorong perubahan pada alur kerja atau workflow di dalam organisasi.
Perubahan tersebut membuat perusahaan perlu melihat kembali bagaimana pekerjaan dirancang, bagaimana manusia berkolaborasi dengan teknologi, hingga bagian mana yang tetap membutuhkan kendali manusia.
CHRO Bridgestone Asia Pacific Paul Choo mengatakan, AI tidak hanya membawa perubahan pada jenis pekerjaan, tetapi juga cara pekerjaan mengalir di dalam organisasi.
"AI tidak sekadar mengubah pekerjaan. AI mengubah bagaimana alur kerja mengalir di dalam organisasi. Anda perlu merancang ulang alur kerja dengan menempatkan manusia dan AI sebagai pusatnya," kata Paul dalam acara Indonesia Human Capital & Beyond Summit (IHCBS) 2026, belum lama ini.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam pembahasan mengenai praktik 'human-centric' di dunia kerja. Dalam konteks ini, penerapan AI tidak cukup hanya dengan menambahkan teknologi ke dalam proses kerja yang sudah ada.