CRISPR Bukan Lagi Sekadar Eksperimen, Teknologi Edit Gen Kini Masuk Dunia Pengobatan

Muhammad Sukardi
Ilustrasi peneliti di ruangan steril. (Foto: Ilustrasi AI)

Dengan demikian, terapi tidak sekadar memberikan obat dari luar tubuh, tetapi mengubah sel pasien di laboratorium sebelum sel tersebut dikembalikan untuk menjalankan fungsinya di dalam tubuh.

Mengapa CRISPR Dianggap Revolusioner?

Salah satu alasan CRISPR dianggap revolusioner adalah fleksibilitasnya. Jika obat konvensional bekerja dengan memengaruhi proses biologis tertentu, gene editing berusaha mengubah instruksi genetik yang mendasari proses tersebut.

Potensi ini sangat besar untuk penyakit yang berkaitan dengan perubahan atau kelainan gen tertentu.

Para peneliti mempelajari pemanfaatan teknologi penyuntingan gen untuk berbagai penyakit, termasuk kelainan darah, kanker, penyakit genetik, hingga sejumlah penyakit lain yang sebelumnya sulit ditangani.

Dalam terapi kanker, misalnya, CRISPR dapat digunakan dalam penelitian untuk memodifikasi sel kekebalan tubuh agar memiliki kemampuan tertentu dalam mengenali dan menyerang sel kanker.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
4 hari lalu

Pemerintah Tak Ingin Terapi Sel Hanya Bisa Diakses Orang Kaya

4 hari lalu

Indonesia Kejar Pengembangan Teknologi Terapi Sel

3 bulan lalu

Mengejutkan! Sabrina Chairunnisa Bekukan Sel Telur di New York

7 bulan lalu

Ayu Ting Ting Akan Simpan Sel Telur, Ingin Punya 3 Anak

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal