Namun, tidak semua kebakaran dapat dengan mudah terlihat dari luar angkasa. Terutama ketika api sudah masuk ke dalam lapisan gambut.
Lahan gambut memiliki karakteristik berbeda dibandingkan vegetasi biasa. Ketika kondisinya basah, lapisan gambut relatif sulit terbakar. Masalah muncul ketika kekeringan membuat kandungan airnya turun secara drastis.
Dalam kondisi tersebut, api dari kebakaran di permukaan dapat merambat ke lapisan gambut dan kemudian terus membara di bawah tanah.
NASA menyebut kebakaran gambut dikenal sebagai kebakaran yang berjalan lambat, sangat menghasilkan polusi, dan terkenal sulit dipadamkan karena dapat membara pada suhu rendah serta menjalar secara bawah tanah melalui deposit gambut yang luas.
Robert Field, peneliti Columbia University yang mengembangkan Global Fire Weather Database, menjelaskan bahwa api yang sudah masuk ke bawah tanah memiliki karakter yang jauh lebih sulit dikendalikan.