NASA Ungkap Fakta Mengejutkan: Api Kebakaran Indonesia Menyala di Bawah Tanah dan Sulit Padam

Muhammad Sukardi
Polisi bersama warga melakukan pemadaman manual kebakaran kawasan pegunungan Sanenrejo dan Curahnongko, Tempurejo, Jember. (Foto: iNews TV/Bambang Sugiarto) 

Namun, tidak semua kebakaran dapat dengan mudah terlihat dari luar angkasa. Terutama ketika api sudah masuk ke dalam lapisan gambut.

Api Bisa Menyala di Bawah Tanah

Lahan gambut memiliki karakteristik berbeda dibandingkan vegetasi biasa. Ketika kondisinya basah, lapisan gambut relatif sulit terbakar. Masalah muncul ketika kekeringan membuat kandungan airnya turun secara drastis.

Dalam kondisi tersebut, api dari kebakaran di permukaan dapat merambat ke lapisan gambut dan kemudian terus membara di bawah tanah.

NASA menyebut kebakaran gambut dikenal sebagai kebakaran yang berjalan lambat, sangat menghasilkan polusi, dan terkenal sulit dipadamkan karena dapat membara pada suhu rendah serta menjalar secara bawah tanah melalui deposit gambut yang luas.

Robert Field, peneliti Columbia University yang mengembangkan Global Fire Weather Database, menjelaskan bahwa api yang sudah masuk ke bawah tanah memiliki karakter yang jauh lebih sulit dikendalikan.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
10 jam lalu

Miris! NASA Rilis Foto Indonesia dari Satelit, Kabut Asap Karhutla Selimuti Semua Wilayah

10 jam lalu

Orang Utan yang Sempat Viral Mati usai Ditemukan Kritis di Parit, Diduga Terpapar Asap Karhutla

10 jam lalu

Karhutla Melanda Kawah Ijen, Api Merambat hingga Dekati Jalur Pendakian

12 jam lalu

Sekolah Libur Terdampak Karhutla, BGN Tegaskan Penyaluran MBG Ikut Dihentikan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal