NASA Ungkap Fakta Mengejutkan: Api Kebakaran Indonesia Menyala di Bawah Tanah dan Sulit Padam

Muhammad Sukardi
Polisi bersama warga melakukan pemadaman manual kebakaran kawasan pegunungan Sanenrejo dan Curahnongko, Tempurejo, Jember. (Foto: iNews TV/Bambang Sugiarto) 

Di permukaan, sebuah kawasan mungkin tampak hanya mengeluarkan asap tipis atau bahkan tidak menunjukkan kobaran api besar. Namun, di bawahnya proses pembakaran masih dapat berlangsung.

Kondisi ini membuat pemadaman jauh lebih rumit dibandingkan kebakaran permukaan biasa.

Gambut yang mengering juga dapat menjadi bahan bakar dalam jumlah besar. Api kemudian bisa bergerak melalui lapisan gambut dan muncul kembali di lokasi yang berbeda.

Inilah yang membuat kebakaran gambut dapat menjadi sangat sulit diprediksi dan dikendalikan.

El Niño Bikin Gambut Makin Mudah Terbakar

Ancaman tersebut menjadi semakin serius pada 2026 karena Indonesia sedang menghadapi kondisi kering yang luas.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
10 jam lalu

Miris! NASA Rilis Foto Indonesia dari Satelit, Kabut Asap Karhutla Selimuti Semua Wilayah

10 jam lalu

Orang Utan yang Sempat Viral Mati usai Ditemukan Kritis di Parit, Diduga Terpapar Asap Karhutla

10 jam lalu

Karhutla Melanda Kawah Ijen, Api Merambat hingga Dekati Jalur Pendakian

12 jam lalu

Sekolah Libur Terdampak Karhutla, BGN Tegaskan Penyaluran MBG Ikut Dihentikan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal