NASA Ungkap Fakta Mengejutkan: Api Kebakaran Indonesia Menyala di Bawah Tanah dan Sulit Padam

Muhammad Sukardi
Polisi bersama warga melakukan pemadaman manual kebakaran kawasan pegunungan Sanenrejo dan Curahnongko, Tempurejo, Jember. (Foto: iNews TV/Bambang Sugiarto) 

NASA mencatat sekitar 90 persen wilayah Indonesia mengalami sedikit atau bahkan tidak mendapat hujan pada awal Agustus 2026, berdasarkan data badan meteorologi Indonesia.

Padahal, dalam kondisi normal, kawasan gambut di Kalimantan, Sumatra, dan Papua cenderung terlalu basah untuk memungkinkan api menjalar jauh ke lapisan gambut bawah tanah.

Kekeringan mengubah kondisi tersebut. Ya, ketika muka air tanah turun dan gambut mengering, material organik yang sebelumnya terlindungi oleh kondisi basah berubah menjadi bahan bakar yang mudah terbakar.

Situasi ini diperburuk oleh fenomena El Niño. NASA menyebut El Niño yang kuat membuat musim kemarau menjadi lebih kering di wilayah Indonesia yang rawan kebakaran.

Fase positif Indian Ocean Dipole (IOD) yang juga berlangsung turut memperburuk kondisi kering tersebut.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
10 jam lalu

Miris! NASA Rilis Foto Indonesia dari Satelit, Kabut Asap Karhutla Selimuti Semua Wilayah

10 jam lalu

Orang Utan yang Sempat Viral Mati usai Ditemukan Kritis di Parit, Diduga Terpapar Asap Karhutla

10 jam lalu

Karhutla Melanda Kawah Ijen, Api Merambat hingga Dekati Jalur Pendakian

12 jam lalu

Sekolah Libur Terdampak Karhutla, BGN Tegaskan Penyaluran MBG Ikut Dihentikan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal