Kondisi saat ini mengingatkan pada musim kebakaran besar 2015.
Robert Field mengatakan aktivitas kebakaran Indonesia pada awal musim kebakaran 2026 mengalami peningkatan tajam dan mulai menunjukkan pola yang serupa dengan 2015.
"Indonesia baru memasuki sekitar tiga minggu musim kebakaran, namun kami melihat aktivitas kebakaran meningkat tajam, serupa dengan kondisi tahun 2015," kata Field.
Pada 2015, kebakaran Indonesia berlangsung selama lebih dari tiga bulan dan menghasilkan sekitar 1,75 miliar ton setara gas rumah kaca.
Sementara itu, hingga 2 September 2026, kebakaran yang telah berlangsung sekitar satu bulan diperkirakan sudah menghasilkan emisi sekitar 10 persen dari jumlah yang dilepaskan dalam kebakaran 2015.
Angka tersebut menunjukkan betapa cepat dampak kebakaran dapat membesar ketika musim kemarau berlangsung dalam kondisi ekstrem.