NASA Ungkap Fakta Mengejutkan: Api Kebakaran Indonesia Menyala di Bawah Tanah dan Sulit Padam

Muhammad Sukardi
Polisi bersama warga melakukan pemadaman manual kebakaran kawasan pegunungan Sanenrejo dan Curahnongko, Tempurejo, Jember. (Foto: iNews TV/Bambang Sugiarto) 

Kebakaran 2026 Mulai Mirip 2015

Kondisi saat ini mengingatkan pada musim kebakaran besar 2015.

Robert Field mengatakan aktivitas kebakaran Indonesia pada awal musim kebakaran 2026 mengalami peningkatan tajam dan mulai menunjukkan pola yang serupa dengan 2015.

"Indonesia baru memasuki sekitar tiga minggu musim kebakaran, namun kami melihat aktivitas kebakaran meningkat tajam, serupa dengan kondisi tahun 2015," kata Field.

Pada 2015, kebakaran Indonesia berlangsung selama lebih dari tiga bulan dan menghasilkan sekitar 1,75 miliar ton setara gas rumah kaca.

Sementara itu, hingga 2 September 2026, kebakaran yang telah berlangsung sekitar satu bulan diperkirakan sudah menghasilkan emisi sekitar 10 persen dari jumlah yang dilepaskan dalam kebakaran 2015.

Angka tersebut menunjukkan betapa cepat dampak kebakaran dapat membesar ketika musim kemarau berlangsung dalam kondisi ekstrem.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
10 jam lalu

Miris! NASA Rilis Foto Indonesia dari Satelit, Kabut Asap Karhutla Selimuti Semua Wilayah

10 jam lalu

Orang Utan yang Sempat Viral Mati usai Ditemukan Kritis di Parit, Diduga Terpapar Asap Karhutla

10 jam lalu

Karhutla Melanda Kawah Ijen, Api Merambat hingga Dekati Jalur Pendakian

12 jam lalu

Sekolah Libur Terdampak Karhutla, BGN Tegaskan Penyaluran MBG Ikut Dihentikan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal