Penyintas Skizofrenia Bikin Dupa dari Ampas Kopi, Kisahnya Penuh Perjuangan!

Muhammad Sukardi
Penyintas skizofrenia saat membuat dupa dari kopi. (Foto: Istimewa)

Ada anggota yang bertugas mencetak dupa, menjemur, membuat kemasan, hingga memasukkan produk ke dalam bungkus. Pekerjaan yang bisa dilakukan bersama juga dikerjakan secara kolektif agar semakin banyak anggota mendapat kesempatan untuk terlibat.

Dalam kondisi optimal, kelompok ini mampu mengolah sekitar delapan kilogram bahan dalam sehari. Dari setiap satu kilogram bahan, hasilnya diperkirakan mencapai 12 bungkus dupa.

Meski demikian, produksi tidak selalu berjalan lancar. Cuaca menjadi salah satu kendala, terutama ketika musim hujan karena proses pengeringan membutuhkan waktu lebih lama.

Bagi Sudiasa, kegiatan tersebut bukan semata-mata tentang mengejar keuntungan. Hasil penjualan digunakan untuk menutup biaya produksi, sedangkan kelebihannya dibagikan kepada anggota yang terlibat.

Anggota yang membantu membuat kemasan, misalnya, mendapatkan upah Rp500 per lembar. Sementara itu, anggota yang bertugas mencetak dupa memperoleh bayaran berdasarkan jumlah bahan yang berhasil dikerjakan.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
5 hari lalu

Survei Kedai Kopi: Pengusaha Jadi Profesi Impian Anak Muda, Disusul Pedagang

14 hari lalu

Kisah Soedomo Mergonoto, dari Kernet Bemo Sukses Dirikan Kopi Kapal Api

20 hari lalu

Dari Dapur Parongil ke Senayan! Kopi Sinaok Binaan DPM Unjuk Gigi di INACRAFT 2026

1 bulan lalu

Kopi dan Pastry Makin Tak Terpisahkan, Begini Budaya Ngopi Zaman Now!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal