Penyintas Skizofrenia Bikin Dupa dari Ampas Kopi, Kisahnya Penuh Perjuangan!

Muhammad Sukardi
Penyintas skizofrenia saat membuat dupa dari kopi. (Foto: Istimewa)

"Konsep kami bukan berorientasi pada keuntungan. Biaya produksi tetap harus tertutup, tetapi kelebihan hasilnya kami kembalikan kepada teman-teman," kata Sudiasa.

Ingin Menghapus Stigma terhadap Penyintas Skizofrenia

Lebih dari sekadar menghasilkan produk, kegiatan di Rumah Berdaya menjadi kesempatan bagi para anggota untuk membangun rutinitas, melatih konsentrasi, dan berinteraksi dengan orang lain.

Sudiasa memahami betul bahwa proses pemulihan penyintas skizofrenia membutuhkan perjalanan panjang. Dia sendiri telah menjalani pengobatan selama bertahun-tahun.

Pengalaman tersebut membuatnya menyadari pentingnya kepatuhan menjalani pengobatan, pendampingan, serta lingkungan yang mendukung. Kesempatan untuk beraktivitas bersama juga menjadi bagian dari kehidupan sosial yang dibutuhkan para penyintas.

Meski kegiatan produksi dupa belum pernah diteliti secara khusus sebagai intervensi terapeutik, Sudiasa melihat aktivitas tersebut memberikan ruang bagi anggota untuk mengembangkan keterampilan dan menunjukkan kemampuan mereka.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
5 hari lalu

Survei Kedai Kopi: Pengusaha Jadi Profesi Impian Anak Muda, Disusul Pedagang

14 hari lalu

Kisah Soedomo Mergonoto, dari Kernet Bemo Sukses Dirikan Kopi Kapal Api

20 hari lalu

Dari Dapur Parongil ke Senayan! Kopi Sinaok Binaan DPM Unjuk Gigi di INACRAFT 2026

1 bulan lalu

Kopi dan Pastry Makin Tak Terpisahkan, Begini Budaya Ngopi Zaman Now!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal