Menkes Budi Soroti Layanan LVAD di Indonesia, Tak Ingin Hanya Terpusat di Jawa
Karena itu, pengembangan layanan LVAD membutuhkan tim dengan berbagai keahlian, mulai dari dokter yang melakukan seleksi pasien, tim operasi dan perawatan intensif, hingga rehabilitasi dan pemantauan setelah pasien menjalani tindakan.
Menkes Budi juga mendorong pemanfaatan jejaring pengetahuan agar tenaga kesehatan di berbagai daerah tidak harus bekerja sendiri ketika menghadapi kasus kompleks.
Konsep tersebut memungkinkan dokter lokal berdiskusi dengan spesialis lain, termasuk dengan tenaga ahli dari pusat layanan berbeda atau bahkan dari luar negeri. Dengan demikian, transfer pengetahuan tidak harus selalu dilakukan melalui perpindahan pasien.
"Dokter lokal dapat berbicara dengan spesialis lokal atau bahkan spesialis global, serta didukung profesional medis ketika berkonsultasi dengan pasien,” katanya.
Model kolaborasi semacam ini dinilai penting karena layanan gagal jantung berat membutuhkan keputusan klinis yang kompleks dan penanganan jangka panjang.