Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : LVAD Buka Harapan Baru Pasien Gagal Jantung Berat, Ini Alasannya
Advertisement . Scroll to see content

Menkes Budi Soroti Layanan LVAD di Indonesia, Tak Ingin Hanya Terpusat di Jawa

Minggu, 06 September 2026 - 17:20:00 WIB
Menkes Budi Soroti Layanan LVAD di Indonesia, Tak Ingin Hanya Terpusat di Jawa
Menkes Budi Gunadi Sadikin ingin teknologi LVAD untuk gagal jantung dapat menjangkau pasien lebih banyak di Indonesia. (Foto: Niko Prayoga)
Advertisement . Scroll to see content

Karena itu, pengembangan layanan LVAD membutuhkan tim dengan berbagai keahlian, mulai dari dokter yang melakukan seleksi pasien, tim operasi dan perawatan intensif, hingga rehabilitasi dan pemantauan setelah pasien menjalani tindakan.

Pengetahuan Dokter Harus Ikut Diperluas

Menkes Budi juga mendorong pemanfaatan jejaring pengetahuan agar tenaga kesehatan di berbagai daerah tidak harus bekerja sendiri ketika menghadapi kasus kompleks.

Konsep tersebut memungkinkan dokter lokal berdiskusi dengan spesialis lain, termasuk dengan tenaga ahli dari pusat layanan berbeda atau bahkan dari luar negeri. Dengan demikian, transfer pengetahuan tidak harus selalu dilakukan melalui perpindahan pasien.

"Dokter lokal dapat berbicara dengan spesialis lokal atau bahkan spesialis global, serta didukung profesional medis ketika berkonsultasi dengan pasien,” katanya.

Model kolaborasi semacam ini dinilai penting karena layanan gagal jantung berat membutuhkan keputusan klinis yang kompleks dan penanganan jangka panjang.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut