Tata Cara Shalat Berjamaah dengan Adab yang Benar untuk Imam dan Makmum
5. Imam harus berniat menjadi imam guna memperoleh keutamaan. Jika imam tidak berniat, shalat para jamaah tetap sah apabila mereka telah berniat mengikutinya. Jamaah tetap memperoleh pahala bermakmum.
6. Imam hendaknya tidak menyaringkan bacaan iftitah dan ta'awudz. Tetapi menyaringkan bacaan Al-Fatihah dan surat sesudahnya dalam sholat-sholat Jahar (Subuh, Maghrib dan Isya.
7. Dalam sholat jahar (yang dibaca secara keras), makmum menyaringkan ucapan Amin bersama-sama dengan imam. Lalu, imam diam sejenak setelah membaca Surat Al-Fatihah untuk memberi kesempatan makmum membaca Surat Al-Fatihah. Pada sholat jahr, makmum tidak diperkenankan membaca surat kecuali jika ia tidak mendengar suara imam.
8. Hendaknya seorang imam tidak membaca tasbih dalam rukuk dan sujud lebih dari tiga kali, namun tetap thuma'ninah. Kemudian imam tidak memberikan tambahan dalam tasyahud awal setelah membaca shalawat kepada Nabi. Juga pada dua rakaat terakhir, imam cukup membaca Surat Al-Fatihah, tidak perlu menambah-nambahnya lagi. Begitu juga ketika tasyahud akhir, imam cukup membaca tasyahud dan shalawat kepada Rasulullah SAW.
9. Saat salam, imam hendaknya berniat memberikan salam kepada semua jamaah. Sedangkan jamaah atau makmum dengan salamnya berniat menjawab salam imam.