Tata Cara Shalat Berjamaah dengan Adab yang Benar untuk Imam dan Makmum
10. Setelah itu imam berdiam sebentar dan menghadap kepada para jamaah. Jika yang ada di belakangnya adalah para wanita, maka ia tidak usah menoleh sampai mereka bubar. Hendaknya makmum tidak berdiri sampai imam berdiri, lalu saat imam pergi lebih baik ke arah kanan.
11. Imam tidak boleh berdoa untuk dirinya sendiri dalam membaca qunut Subuh, tapi hendaknya mengucapkan "Allahummahdina (Ya Allah, tunjuki kami) dengan suara nyaring, sedangkan para makmum mengamininya. Sedangkan makmum cukup membaca sendiri sisa dari doa Qunut tersebut, yakni dimulai dari "Innaka laa yaqdhi wa la yuqdha 'alaika".
12. Makmum tidak boleh berdiri sendirian secara terpisah. Ia harus masuk ke dalam barisan atau menarik orang lain untuk membuat barisan dengannya. 13. Makmum tak boleh berdiri di depan iman, mendahului, atau bergerak secara bersamaan dengan gerakan imam. Tapi, Ia harus melakukannya sesudah imam. Ia tak boleh ruku kecuali setelah imam sempurna dalam posisi rukuk. Begitu pun, ia tak boleh sujud selama dahi imam belum sampai di tanah.
Dalam riwayat shahih disebutkan:
"Sesungguhnya imam itu untuk diikuti maka jangan menyelisihinya. Apabila ia takbir maka takbirlah. Dan apabila ruku maka ruku'lah, dan apabila ia mengucapkan sami'allahu liman hamidah, maka ucapkan: Rabbana walakal hamdu, dan apabila ia sujud maka sujudlah kalian."
Wallahu A'lam
Editor: Komaruddin Bagja