Pimpinan Buruh Peringatkan ke DPR soal Potensi Kerusuhan Besar Agustus 2026
"Dan memang kami di level tingkat lapangan sudah ada situasi-situasi yang kami sadari akan sangat-sangat rawan. Sangat rawan satu minggu terakhir, dan ini koalisi besar perjuangan buruh Indonesia mengingatkan kepada DPR dan pemerintah agar serius dalam pembahasan RUU Ketenagakerjaan," katanya.
Pihaknya juga tidak ingin tragedi unjuk rasa berjilid-jilid seperti saat pengesahan Omnibus Law kembali terulang.
Sementara itu, Wakil Ketua DPR Cucun Ahmad Syamsurijal menyampaikan, pihaknya terbuka menerima masukan dari masyarakat terkait RUU Ketenagakerjaan meskipun di masa reses. Menurutnya, masih ada waktu lebar bagi parlemen untuk menyempurnakam draf RUU Ketenagakerjaan ini. Dia menilai, hal ini bisa dimanfaatkan Panja RUU Ketenagakerjaan.
"Kita akan terus menerima, kita akan terus meng-accept dan mengakomodir masukan-masukan dalam rangka penyusunan draf naskah akademik untuk apa, UU Ketenagakerjaan ini," ucap Cucun.
Sebelumnya, Polda Metro Jaya meminta masyarakat tidak terburu-buru mengaitkan pemasangan pagar tinggi di sejumlah pusat perbelanjaan atau mal dengan isu keamanan yang kini ramai di media sosial. Polisi menegaskan kondisi keamanan di Jakarta hingga saat ini tetap aman dan kondusif.