PBB Diminta Desak Taliban Cabut Larangan Perempuan Afghanistan Berkuliah 

Umaya Khusniah
AS mendorong DK PBB untuk mengadopsi resolusi yang menyerukan otoritas pimpinan Taliban segera membatalkan larangan bagi perempuan berkuliah. (Foto: Reuters)

WASHINGTON, iNews.id - Amerika Serikat (AS) mendorong Dewan Keamanan (DK) PBB untuk mengadopsi resolusi yang menyerukan otoritas pimpinan Taliban di Afghanistan segera membatalkan larangan bagi perempuan yang bekerja untuk LSM atau kuliah dan bersekolah. 

Duta Besar AS untuk PBB Linda, Thomas-Greenfield mengatakan kepada dewan pada Jumat (13/1/2023), bahwa mengingat gawatnya situasi, dewan harus dengan suara bulat mengadopsi resolusi untuk mengutuk larangan tersebut. 

Dewan Keamanan PPB beranggotakan 15 orang itu bertemu secara pribadi pada Jumat atas permintaan Uni Emirat Arab dan Jepang. Mereka bertemu  untuk membahas keputusan pemerintahan pimpinan Taliban, yang merebut kekuasaan di Afghanistan pada Agustus 2021.

Belum jelas apakah semua anggota akan mendukung langkah formal dewan tersebut. Sebagai informasi, sebuah resolusi membutuhkan sembilan suara mendukung dan tidak ada veto oleh Rusia, China, Inggris, Prancis atau Amerika Serikat untuk diadopsi.

Dewan Keamanan setuju dengan konsensus untuk pernyataan informal yang menyerukan partisipasi penuh, setara dan bermakna untuk perempuan dan anak perempuan di Afghanistan, mencela larangan perempuan menghadiri universitas atau bekerja untuk kelompok bantuan.

Sebelum pertemuan pada hari Jumat, 11 anggota Dewan Keamanan termasuk Amerika Serikat, Inggris dan Prancis mengeluarkan pernyataan bersama yang mendesak Taliban untuk membatalkan semua tindakan penindasan terhadap perempuan dan anak perempuan.

Larangan pekerja bantuan perempuan diumumkan oleh pemerintahan yang dipimpin Taliban pada 24 Desember. Laranngan ini mengikuti aturan yang diberlakukan awal bulan lalu pada perempuan yang kuliah di universitas. Anak perempuan dilarang bersekolah di sekolah menengah pada bulan Maret.

Editor : Umaya Khusniah
Artikel Terkait
Internasional
3 jam lalu

Profil Jeffrey Epstein, Pengusaha AS Pelaku Kejahatan Seks yang Bikin Heboh Dunia

Internasional
5 jam lalu

Terungkap! Trump Belum Mau Serang Iran, Israel yang Ngotot

Internasional
5 jam lalu

Nah, Elon Musk Sebut Perang Saudara di AS Telah Pecah

Internasional
7 jam lalu

Iran Bersedia Negosiasi Nuklir dengan AS atas Permintaan Negara-Negara Arab

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal